Yang Tak Pernah Didapatkan


“Apa yang paling kamu inginkan dihidupmu tapi tak pernah kamu dapatkan?”, tanya seorang tua di depan gerbang sebuah masjid.
Aku tertegun. Ia mengulang pertanyaannya. “Nak, apa yang paling kamu inginkan dalam hidupmu tapi tak pernah kamu dapatkan?”
* * * * *
Aku dengan kemeja rapi. Dari sebuah BMW merah yang aku kendarai dengan dengan isteriku. Tiba-tiba melihat seorang tua berjualan makanan kecil di depan pintu gerbang sebuah masjid. Seperti biasa, isteriku menyuruhku menepikan kereta untuk ‘sekadar’ membeli dagangannya. 
Aku keluar dari pacuan merah keluaran terbaru itu. Bertahun lalu aku menginginkannya dan hari ini aku memilikinya. Lengkap dengan pengisi tempat duduk kiri sebelah kemudi, dia isteriku. Aku membeli beberapa buah dagangannya meski aku tidak tahu nanti untuk apa. Bercengkerama sedikit dan sampailah pada pertanyaan beliau.
“Nak, apa yang paling kamu inginkan dihidupmu tapi tak pernah kamu dapatkan?”
Pertanyaan itu adalah sebuah pertanyaan balasan saat aku bertanya tentang apa yang orang tua itu inginkan dalam hidupnya. Pertanyaan biasa yang mungkin membuatku tahu apa yang harus aku lakukan untuk membantunya. Justeru beliau bertanya kembali. Aku gugup, aku tidak mampu menjawab pertanyaan itu di depannya
“Ada, ada yang paling aku inginkan tapi tak pernah aku dapatkan”, aku menjawab dalam hati.
Aku buru-buru pergi darinya dan menuju ke kereta. Dengan mata memerah menahan sebuah tangisan. Segera melaju tanpa memedulikan isteriku yang bertanya ada apa. Mengerti keadaan, isteriku diam saja seperti biasa. Memberiku ruang untuk merasakan apa yang sedang aku rasakan.
“Apa yang paling kamu inginkan dihidupmu tapi tak pernah kamu dapatkan?”
Aku telah mendapatkan apapun yang menjadi impian orang lain pada umumnya. Kereta mewah, rumah yang luas, pasangan yang sangat baik, anak-anak yang lucu, pekerjaan yang menghasilkan, semua hal yang mungkin membuat iri banyak orang lain.
Hingga pertanyaan itu mencuat dan membuatku memutar kembali segala hal yang pernah terjadi dalam hidup. Nyatanya ada yang benar-benar tak pernah aku dapatkan hingga hari ini. Itu adalah kasih sayang orang tua. Aku tidak pernah memilikinya, tidak pernah merasakannya. Kedua orang tuaku pergi meninggalkanku setelah bercerai. Aku hanya tinggal bersama saudara dari ayah. Keduanya kini tak tahu dimana berada, keluarga besar pun tidak ada yang tahu. Aku tidak pernah mendapatkan pelukan orang tua. Tidak pernah tahu rasanya bagaimana dipeluk oleh orang tua. Tidak pernah tahu rasanya bagaimana dibelai kepalanya atau sekedar membuat mereka teh di pagi hari.
Setiap orang mungkin memiliki hal yang berbeza, ada dan selalu ada yang tak kan pernah didapatkan oleh manusia sekuat apapun dia menginginkannya. Selelah apapun dia berdoa dan sekuat apapun usahanya untuk itu, tidak akan pernah dia dapatkan.
_Masgun_